New & Artikel Sebuah bom meledak di Kantor Berita Radio 68H, Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa sore, 15 Maret 2011. Ledakan berasal dari sebuah paket berisi buku yang ternyata berisi bahan peledak yang diletakkan di dalam buku.
Paket bom tersebut untuk tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) yang juga ketua DPP Partai Demokrat Ulil Abshar Abdalla, meledak. Bom itu dibungkus amplop besar berwarna coklat dan terselip di sebuah buku.
dari warta detikNews didapati Jubir Komunitas Utan Kayu Saidiman di kantornya, Jl Utan Kayu 68 H, Jakarta Timur, Selasa (15/4/2011) menceritakan kronologi peristiwa itu. Pada pukul 10.00 WIB resepsionis menerima bingkisan. Lalu bingkisan berupa amplop besar coklat diserahkan pada Saidiman sekitar pukul 13.30 WIB.
Dalam bungkusan tersebut tertulis isinya buku. Lalu Saidiman membuka dan ditemukan satu lembar surat.
Saidiman mencoba membuka buku berkover tebal itu, namun buku tidak bisa dibuka lembarannya.
"Saya tidak bisa buka buku itu. Ketika saya intip di tengah bukunya ada bolong dan ada benda hitam dan benda menyerupai kabel," kata Saidiman.
Kemudian Saidiman meminta petugas keamanan di depan kantor untuk mengecek dengan metal detector. Ternyata metal detector itu berbunyi.
"Kemudian ya saya lapor saja ke polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut," tutur Saidiman.
dari warta detikNews didapati Jubir Komunitas Utan Kayu Saidiman di kantornya, Jl Utan Kayu 68 H, Jakarta Timur, Selasa (15/4/2011) menceritakan kronologi peristiwa itu. Pada pukul 10.00 WIB resepsionis menerima bingkisan. Lalu bingkisan berupa amplop besar coklat diserahkan pada Saidiman sekitar pukul 13.30 WIB.
Dalam bungkusan tersebut tertulis isinya buku. Lalu Saidiman membuka dan ditemukan satu lembar surat.
Saidiman mencoba membuka buku berkover tebal itu, namun buku tidak bisa dibuka lembarannya.
"Saya tidak bisa buka buku itu. Ketika saya intip di tengah bukunya ada bolong dan ada benda hitam dan benda menyerupai kabel," kata Saidiman.
Kemudian Saidiman meminta petugas keamanan di depan kantor untuk mengecek dengan metal detector. Ternyata metal detector itu berbunyi.
"Kemudian ya saya lapor saja ke polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut," tutur Saidiman.
Sekitar pukul 15.00 WIB, kemudian datang 7 orang polisi dari Polres Jakarta Timur yang dipimpin oleh Komisaris Pol Dodi Rahmawan. Saat itu, belum terlihat adanya satuan Gegana.
Tapi tim dari Polres Jakarta Timur ini berusaha membuka paket dan buku itu, walau Gegana belum datang. "Mereka mencoba menjinakkan tanpa perlindungan badan,"
Tapi tim dari Polres Jakarta Timur ini berusaha membuka paket dan buku itu, walau Gegana belum datang. "Mereka mencoba menjinakkan tanpa perlindungan badan,"
Kemudian, polisi mencoba membuka bom yang disimpan dalam buku berjudul "Mereka yang Harus Dibunuh". Tidak hanya itu, bom bahkan sempat disiram air.
Tapi naas, bom itu kemudian meledak sekitar pukul 16.00. Satuan Gegana dengan kendaraan dan peralatan lengkap pun baru tiba pukul 17.00

Komentar
Posting Komentar