Menjual ebook = menjual informasi
Memulai bisnis bisa sangat membingungkan. Anda pasti bingung harus memulai bisnis apa. Bagaimana memilih bisnis yang pasarnya terbuka lebar, pembelinya banyak, modal sedikit dan juga memberikan untung yang besar. Pasti begitu kira-kira cita-cita kita saat memulai sebuah bisnis.
Masalahnya, adakah bisnis seperti itu?
Jawabannya iya, ada. Bisnis menjual informasi.
Di zaman teknologi informasi seperti ini tentu tidak ada salahnya untukberbisnis informasi bukan? Justru sangat cocok, sesuai dengan namanya >> zaman informasi.
Bisnis ini sangat prospektif, sangat menguntungkan dan sangat mudah dijalankan.
Kenapa bisnis menjual informasi sangat menguntungkan?
1. Modal yang anda perlukan sangat kecil. Relatif kecil dibandingkan
1. bisnis konvensional apapun.
2. Anda tidak membutuhkan inventaris mahal, cukup dengan satu komputer yang terkoneksi Internet, meja, kursi, dan sebuah buku tulis. Dengan komputer yang anda miliki sekarang, dengan beberapa aplikasi dasar, anda sudah bisa menjalankan bisnis ini.
3. Market anda sudah menunggu di luar sana . Anda tinggal mencarinya dan membuatkan produk informasi yang menjawab kebutuhan mereka.
4. Produk informasi mudah diproduksi dan diperbanyak. Sebanyak apapun anda ingin menggandakan produk ini, bisa dilakukan dalam hitungan detik.
5. Profit bersih mencapai 100%. Anda tidak membutuhkan biaya untuk produksi, pengiriman produk ataupun membayar pegawai. Semua nilai pemasukan adalah keuntungan anda.
6. Pengiriman produk ke konsumen secepat kilat. Tidak membutuhkan waktu berhari-hari untuk menunggu pengiriman.
7. Waktu operasional jauh lebih sedikit. Anda tidak perlu menggunakan 8 jam dalam sehari jika anda tidak suka. Cukup gunakan 1-2 jam per hari untuk mengurusi bisnis ini.
8. Ide baru datang silih berganti. Setelah anda meluncurkan produk informasi pertama, anda bisa beralih ke produk informasi berikutnya.
9. Produk informasi menghasilkan profit tanpa henti. Dengan bantuan Internet dan reseler, anda bisa menembangkan bisnis ini sehingga mendatangkan profit tanpa henti.
10. Bisnis anda bisa berjalan dengan otomatis. Dari melakukan pemasaran, sampai anda harus mengirim pemesanan, hamper seluruhnya bisa dilakukan secara otomatis.
11. Bisa anda operasikan sendiri. Karena seluruh sistem telah dipersiapkan untuk berjalan secara otomatis, tugas kerja anda menjadi semakin sedikit. Artinya, anda bisa lakukan bisnis ini tanpa perlu merekrut pegawai.
12. Anda memegang kontrol sepenuhnya. Anda bisa mengendalikan bisnis ini tanpa campur tangan birokrasi dan gangguan dari orang lain.
13. Bisa dioperasikan dari mana saja. Di manapun anda berada, yang dibutuhkan hanyalah akses Internet untuk menjalankan bisnis anda.
14. Tidak membutuhkan kantor besar. Sebagian besar alat dan system sudah tertanam di Internet. Anda hanya perlu ruangan seadanya untuk menjalankan bisnis.
15. Bisa anda jalankan kapan saja. Jika anda harus 'bekerja paksa' di siang hari, anda bisa jalankan bisnis ini saat malam hari.
16. Bebas dari birokrasi perijinan. Anda bisa langsung berkonsentrasi pada produk dan bagaimana cara pemasarannya. Lupakan birokrasi yang hanya akan merepotkan anda.
17. Bebas dari pajak dan pungutan liar. Bercanda? Tidak! Orang pajak tidak akan bisa menjangkau bisnis model ini.
18. Bebas dari iklim politik. Tidak peduli seperti apa kondisi politik saat ini, anda bisa jalankan bisnis ini tanpa hambatan.
19. Bebas dari kondisi cuaca dan lalu lintas. Kemacetan lalu lintas biasanya menggangu bisnis konvensional, tapi tidak untuk model bisnis ini. Begitu banyak alasan kenapa sekarang saatnya berbisnis informasi. Sekarang masalahnya adalah bagaimana, atau apa yang kita pilih dalam menjalankan bsinsi informasi ini?
Apakah menjual informasi / berita bisnis terbaru?
Atau menjual berita lowongan kerja terbaru?
Atau menjual informasi cara membuat alat tertentu?
Menjual cara mengobai penyakit tertentu?
Menjual cara menangkap ikan dengan mudah?
Menjual cara memasak makanan dengan enak dan membuat ketagihan? Atau yang lainnya? Boleh-boleh saja. Yang penting menjual informasi. Anda bisa menjual informasi dalam bentuk apapun. Boleh Anda minta bayaran untuk menuliskan ilmu yang Anda tahu. Boleh juga Anda membuatnya dalam bentuk artikel di surat kabar yang akhirnya memberi Anda bonus. Atau juga boleh membuatnya dalam sebuah buku. Yang terakhir ini lebih keren, lebih elegan. Hanya saja, kami tidak menyarankan Anda untuk membuat buku cetak biasa, namun kami menyarankan Anda untuk membuat sebuah ebook.
Kenapa Menjual Ebook ?
Semesta alam telah berubah. Teknologi berubah, ide-ide berubah, dan pola pikir seluruh bangsa pun mengalami perubahan. Faktanya, sekarang adalah saat yang tepat untuk menulis ebook. Ebooks adalah sesuatu yang baru dan dahsyat untuk orang-orang yang berpikir dengan ide segar untuk menyebarluaskan informasi kepada jutaan orang. Percayakah anda bisa menghasilkan uang melimpah atau keuntungan lain dari membuat ebook sederhana? Katakanlah anda mempunyai ide brilliant untuk menulis buku. Anda mungkin duduk di depan komputer dan mulai dengan layar kosong lalau berpikir, "Kenapa? Kenapa saya harus pusing-pusing menulis buku sedangkan tidak mungkin saya bisa menerbitkan buku ini?"
Anda tidak perlu pergi mengajukan buku anda ke publisher, anda bisa menjadi publisher sendiri jika anda membuat ebook. Kelebihan lain ebook daripada buku adalah anda tidak perlu kertas dan biaya cetak... anda tinggal copy paste berpapaun jumlah yang anda inginkan. Tidak ada biaya pengiriman, orang bisa download atau kirim via email.
Katakanlah anda mempunyai bisnis affiliasi/reseller di Internet dengan website yang berkualitas dan produk berkualitas. Ebook merupakan salah satu alat promosi paling powerful, anda buat ebook sederhana mengenai bisnis dan produk anda lalu sertakan URL bisnis affiliasi anda di dalam ebook anda. Contoh lain, mungkin anda memiliki sebuah salon kecantikan, anda membuat ebook tentang tips-tips kecantikan, anda mencantumkan alamat salon anda di ebook tersebut, lalu sebarkan secara gratis maka orang orang mungkin membaca alamat salon anda dan itu mungkin
menjadi keuntungan buat anda.
Ebooks juga tidak hanya mempromosikan bisnis anda - ebook akan membantu anda atau perusahaan anda terkenal, dan meningkatkan kredibilitas.
Atau mungkin anda ingin menjual informasi?
Salah satu alasan orang membaca buku adalah untuk mencari informasi tentan bagaimana menjadikan bisnis Internetnya menghasilkan uang. Dan orang ini akan mencari penulis ebook yang menyediakan untuknya ide baru dan strategi karena yang menulis ebook biasanya orang yang mengerti tentang itu. Penulis ebook itu lebih berpengalaman dalam seluk beluk pemasaran di Internet (Internet Marketing) dan mengerti strategi promosi dan distribusi. Komunitas cyber ini mencari ebook seperti itu supaya mereka bisa sukses.
Bagaimana dengan ebook tentang bisnis kue pernikahan? Atau ebook tentang hewan peliharaan? Atau mungkin anda tahu bagaimana cara memikat wanita? Anda bisa membuat ebook tentang apa saja yang anda ketahui. Anda tidak perlu bergelar S3 untuk membuat ebook. Anda mungkin mempunyai kelebihan dalam hal memikat wanita, sementara orang lain yang mungkin lebih dewasa dari anda tidak tahu cara memikat wanita, maka orang itu butuh nasihat anda. Orang tua perlu nasihat dari remaja. Kemungkinan-kemungkinan lainnya tak terkira.
Ebook Apa Yang Sebaiknya Ditulis
Sekarang saya akan memberikan tips bagaimana anda dapatmenciptakan sebuah produk informasi. Pertanyaannya INFORMASI apa yang LAKU dijual di INTERNET?
Wah jawabannya banyak sekali. Mulai dari kesehatan, agama, bisnis, olahraga, pekerjaan, dan sebagainya. Kalau Anda seorang yang hobi masak pun, bisa dijadikan sebuah ide buku. Kalau Anda seorang yang hobi mengurus kendaraan pun, ini bisa Anda jadikan sebuah materi yang bagus untuk dijadikan buku dan dijual.
Misalnya :
● Buku tips sehat anti diabetes
● Buku rahasia memasak makanan yang nikmat
● Buku cara menjadikan mobil selalu mengkilap setiap hari
● dan sebagainya....
Anda hanya perlu mendengarkan dan mencatat apa-apa saja yang perlu di persiapkan dari materi yang Anda inginkan, kemudian mengetik dan membuatnya ke dalam sebuah E-book. Kemudian jual lewat internet. Saya yakin, saat ini ada banyak orang yang memerlukan informasi anda. Masalahnya, apakah jika anda menjual informasi tersebut dengan harga Rp. 50.000,- untuk mereka yang membutuhkan tips informasi Anda BISA LAKU ..?? SAYA BERANI JAMIN ADA PEMBELINYA. Anda bisa meraup ratusan ribu per hari, bahkan jutaan dari menulis ebook lho. Ratusan ribu per hari dengan menjual e-book ? Bagaimana bisa demikian ? Oke, saya jelaskan. Kita menjual ebook dengan harga berkisar antara Rp 50 ribu hingga Rp 100.000. Ebook kita setiap hari rata-rata laku beberapa copy. Dari sinilah perhitungan RATUSAN RIBU RUPIAH PER HARI itu. Anggaplah sehari ada 100 orang saja mendatangi website kita, dan ada
satu yang membeli, maka kita akan mendapat 100.000. Anggaplah ada dua, hasilnya? Anggaplah ada 200 orang, 300 orang, 400 orang? 1.000 orang ?
Andai dalam satu hari Anda HANYA berhasil menjual satu (1) ebook saja, maka dalam sebulan Anda mendapat Rp 1.500.000,-. Tapi masak sih sehari cuman terjual satu? Minimal terjual 5-10
lah ... Hmm... Anda bisa hitung sendiri keuntungannya, kan ?
Bagaimana cara menulis ebook yang bagus?
Wah kalau yang satu ini, saya sendiri kurang begitu tahu. Saya bukan seorang penulis yang bagus, hehe... Mungkin ada baiknya Anda belajar langsung ke pakarnya, Anda bisa melihat tips and triknya di http://belajarmenulis.com
Berikut saya copykan salah satu tipsnya, semoga bermanfaat : Bagi Anda yang ingin memulai menulis sebagai karir utama atau sekedar hobi untuk mengisi waktu luang, berikut ini beberapa tips yang mungkin akan membantu Anda. Tulisan ini dibuat bukan untuk maksud sok menggurui, tapi dibuat sekedar untuk berbagi pengalaman dengan para pembaca yang berkeinginan untuk menekuni dunia tulis menulis. Penulis artikel ini yakin bahwa banyak di antara pembaca yang mungkin membaca artikel ini jauh lebih mahir dan lebih mumpuni pengetahuan dan keahliannya dalam bidang tulis menulis. Baiklah berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan dan bisa dijadikan pedoman untuk memulai sebuah tulisan.
1. Tetapkanlah suatu ide dasar / tema dari tulisan Anda.
Kembangkan ide tersebut dalam suatu kerangka pemikiran / kerangka tulisan, yaitu buatlah semacam skema / bagan alur mengenai tulisan yang hendak dibuat. Banyak orang yang menyebut skema ini dengan “PARADIGMA TULISAN”.
2. Setelah membuat skema / paradigma tulisan,
mulailah lakukan sedikit riset (banyak juga akan semakin bagus). Riset bisa berawal dari tulisan di buku-buku, berita di televisi, artikel-artikel yang menunjang baik di koran maupun dari internet. Riset juga bisa pula didukung dengan informasi dari narasumber, yaitu orang yang berkompeten di bidang kajian yang akan menjadi bahan penulisan kita. Pengambilan data dari narasumber bisa dengan metode random sampling (metode pemilihan narasumber/responden secara acak), snowball sampling (metode pemilihan narasumber/responden dari mulut ke mulut, dimana jumlah responden akan bertambah banyak ; misal kita datangi si A, lalu kita wawancara, kita mintai pendapatnya tentang topik yang akan menjadi bahan tulisan kita, lalu kita tanyai si A, siapa lagi yang bisa kita datangi untuk kita mintai informasi. Misalnya si A menyebutkan nama teman-temannya yang juga ahli di bidang itu, misalnya si B, si C dan si D. Maka selanjutnya kita datangi si B, si C dan si D untuk mengorek keterangan lebih lanjut, demikian seterusnya hingga jumlah responden semakin lama semakin banyak dan data/keterangan serta informasi yang kita butuhkan semakin valid dan teruji kebenarannya). Bisa juga kita melakukan survei, seluruh responden/narasumber yang berkompeten dalam bidang tersebut (100% semuanya kita wawancarai) kita minta keterangan tentang topik yang akan menjadi bahan tulisan kita. Metode survei ini meskipun bisa menghasilkan data awal yang cukup valid, namun membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dari ketiga metode pengumpulan data di atas, terserah kepada pembaca untuk memilih mana yang terbaik.
3. Dari hasil riset dan wawancara dengan nara sumber,
Mulailah untuk memilah-milah dan melakukan penggolongan informasi tersebut dalam beberapa kategori. Tiap versi yang berbeda dari hasil riset belum tentu salah 100%, namun perlu kita telaah lebih jauh dan kita lakukan analisa berdasarkan cara berpikir secara sistematis dan logis. Mungkin saja potongan-potongan informasi tersebut merupakan secuil saja dari sejumlah besar informasi yang bila kita gabung-gabungkan dan kita analisa secara mendalam akan menghasilkan suatu gambaran global (the big picture) dari suatu masalah / topik yang akan kita bahas. Bahasa sederhananya, yaitu kita ibaratnya mencari potongan-potongan informasi seperti halnya kalau kita mengumpulkan potongan kepingan gambar dalam permainan puzzle, lalu kita akan satukan potongan-potongan kecil itu pelan-pelan (gak usah terburu-buru, karena hasilnya tentu kurang bagus dan bisa saja analisa kita menjadi salah dan tulisan kita tidak valid), hingga akhirnya kita akan memperoleh hasil akhir yaitu gambar utuh yang bisa kita pahami. Ooo ternyata ini gambar sapi toh ? Kalau kita melihat sesuatu hanya sepotong sepotong lalu buru-buru kita lakukan analisa tentu analisa kita bisa saja salah bukan ?
4. Dalam melakukan pembahasan dalam tulisan kita (memulai menulis), bisa saja kita membahas mulai dari hal-hal yang global dulu, baru kemudian sampai ke hal-hal yang kecil/detil. Namun bisa juga kita mulai dari hal-hal yang kecil (potongan-potongan informasi yang berhasil kita kumpulkan) baru kita satukan dan kita bahas hingga kita bisa menyimpulkan gambaran global / keseluruhan pandangan dari suatu masalah (misalnya, dari pembahasan mengenai, buntut, kaki, perut, kepala, telinga, mulut, mata dan hidung, akhirnya kita sampai pada pembahasan mengenai makhluk apa yang kita bahas tadi. Ooo ternyata ini sapi !). Metode pembahasan dan penulisan mulai dari hal-hal kecil / potongan-potongan informasi yang kemudian disatukan dalam suatu kesimpulan akhir tentang sesuatu itu, biasa kita temui dalam tulisan-tulisan novel atau bahkan film misteri yang kita tontong di bioskop atau televisi.
5. Mengenai alur waktu kita bercerita (misal dalam penulisan cerpen atau novel), bisa kita menggunakan alur runtut (dari awal sampai akhir waktunya urut dan runtut/berkesinambungan), flash back (penceritaan dimulai dari bagian akhir dulu, kemudian baru diceritakan dari awal asal mula kok bisa terjadi seperti yang di bagian akhir itu), atau bahkan alur cerita gabungan antara alur cerita yang urut dengan alur cerita yang flash back. Namun alur cerita gabungan, bila kita tidak pandai-pandai mengolah kata dalam tulisan kita, bisa-bisa kita malah membingungkan para pembaca (ingat tidak semua pembaca yang membaca tulisan yang kita buat adalah orang dengan kecerdasan yang mencukupi, karena mungkin saja ada beberapa dari mereka yang agak telmi/telat mikir. Oleh sebab itu lebih baik tulisan dan gaya bercerita atau penyajian tulisan kita seharusnya dibuat sesederhana mungkin dan bisa dimengerti oleh semua orang. Hindari bahasa-bahasa para pejabat yang pakai istilah-istilah adaptasi dari bahasa asing yang sok keren, pakailah istilah dalam bahasa Indonesia yang mudah dimengerti).
6. Mengenai gaya bercerita, sebaiknya kita memakai gaya bercerita kita sendiri, dengan kata-kata yang sederhana, mudah dimengerti, pembahasan jangan terlalu berbelit-belit, pakailah perumpamaanperumpamaan yang mudah untuk menjelaskan sesuatu yang mungkin sedikit rumit, sehingga dengan adanya perumpamaan itu para pembaca bisa terbantu untuk memahami apa yang kita maksud. Dalam menulis, sebaiknya kita tidak perlu terlalu kaku dalam hal pemilihan diksi (pemilihan kosa kata), bisa saja kita pakai bahasa gado-gado (Indonesia-Jawa), walaupun tidak selalu disarankan. Pendek kata, kita menjadi diri sendiri saat kita menulis sesuatu. Jangan pernah berusaha meniru gaya bercerita orang lain dari tulisan tertentu yang pernah kita baca. Tiap orang adalah pribadi yang unik, yang memiliki ciri khas dan tentu saja cara bercerita dan cara penyampaian isi pikirannya tentu akan berbedabeda. Justru dengan ciri khas gaya penulisan dan cara bercerita kita yang unik itulah, maka akan menjadi semacam kekhasan kita (bahasa kerennya “trade mark kita”). Seperti halnya dalam dunia musik, setiap penyanyi tentu punya style/gaya dan penampilan serta genre (tema musik) yang tersendiri.
7. Tema apa yang bisa kita sajikan dalam tulisan kita ? Mulai saja dengan menulis sesuatu yang sederhana yang ada di sekeliling kita. Para penulis bisa saja mengambil topik mengenai pengetahuan ilmiah, pengetahuan umum, hobi dan ketrampilan, tutorial perbengkelan/otomotif, keagamaan, pengalaman hidup yang membawa hikmah, tutorial memasak, tutorial komputer, tutorial HP, tutorial bercocok tanam/tanaman hias, tutorial desain atau bahkan tentang tips dan tutorial mengenai tata rias kecantikan, berbagai
macam humor seputar dunia sekolah, kekonyolan teman, kehidupan di rumah, diri kita sendiri, atau bahkan obyek benda mati yang paling remeh sekalipun (sebagai obyek penderita yang kemudian dianggap seakan-akan sebagai makhluk hidup yang mempunyai perasaan dan emosi. Di situlah kemampuan kita untuk menceritakan segala hal maupun kejadian yang terjadi di sekitar obyek benda mati tersebut, sehingga seakan-akan obyek benda mati tersebut sebagai saksi hidup yang bisa menceritakan segala hal yang terjadi dari sudut pandang si benda mati itu. Dengan katakata dan diksi yang tepat dan berkesan lugu dan polos, untuk menggambarkan setiap kejadian dan berbagai hal yang terjadi maka semua gambaran ilustrasi dalam bentuk cerita itu sudah bisa disebut sebuah karya cerita pendek yang cukup unik). Baiklah, misalnya saja kita tetapkan saja kertas tissue toilet sebagai obyek yang akan kita bahas. Kita pura-puranya memposisikan diri kita
sebagai kertas tissue toilet tersebut, lalu kita bisa beranganangan/ membayangkan dan tentu saja berimajinasi apa saja yang akan dilakukan orang dengan kertas tissue toilet tersebut. Tentu saja akan muncul berbagai “versi” cara orang menggunakan kertas tissue toilet tersebut, dan bahkan mungkin ada orang yang tidak menggunakan kertas tissue toilet itu sebagaimana fungsinya. Kita bisa juga membayangkan dan membahas tentang berbagai tipe orang yang masuk ke kamar kecil / toilet (tempat kertas tissue itu berada), mulai dari orang yang lemah lembut, grusa-grusu, sampai orang yang jorok sekalipun. Semakin unik dan semakin polos kita menggambarkan sesuatu yang berhubungan dengan kertas tissue dengan orang-orang yang menjadi pengunjung toilet, serta semakin kita bisa membawa pembaca untuk lebih “menghayati” akan “penderitaan” si kertas tissue, berarti tulisan kita sudah cukup komunikatif dengan para pembaca.
8. Bagi penulis yang tema tulisannya lebih banyak ke masalah teknis atau tutorial mengenai suatu topik tertentu, misalnya tentang Hand Phone atau komputer, tulisan tentang resep masakan, atau yang lainnya, sangat disarankan agar tulisan sebaiknya diberi ilustrasi/gambar pendukung baik gambar buatan tangan ataupun mungkin foto-foto pendukung yang “bisa memberikan gambaran” kepada para pembaca agar tulisan kita lebih komunikatif dan interaktif dengan para pembaca yang mungkin masih awam.
9. Jangan terlalu tegang dan takut salah, santai saja saat kita akan memulai menulis tentang sesuatu. Biasakan membawa buku/notes kecil atau bahkan beberapa helai potongan kertas dan bolpoin kemanapun kita pergi. Atau bahkan mungkin flash disk bagi yang mampu membelinya, Siapa tahu kita bertemu dengan hal-hal yang bisa menjadi ide untuk bahan tulisan kita, maka kita akan dengan mudah membuat poinpoin penting yang bisa dicatat di selembar kertas yang kita bawa tadi. Atau bahkan orang / kenalan yang membawa laptop yang berisi data-data/bahan-bahan yang bisa mendukung isi tulisan kita, jadi kalau kita membawa flash disk, kita bisa meminta ijin untuk mengcopy file-file data pendukung yang mungkin dimiliki orang/teman kita di komputer laptopnya. Saat menulis jangan pernah membatasi sampai berapa halaman isi tulisan kita, karena biasanya para editor di koran, majalah atau penerbit pasti akan selalu mengedit tulisan kita. Dalam banyak kasus, tulisan kita yang semula pendek bisa disulap oleh penerbit menjadi tulisan yang sangat panjang dan detil, atau bahkan sebaliknya. Ini sesuai dengan pengalaman penulis artikel ini yang pernah mengirimkan naskah tulisan ke majalah HAI dan majalah INFO KOMPUTER. Di majalah HAI, artikel humor penulis yang saat itu panjangnya satu setengah halaman, bisa disulap oleh ditor majalah HAI menjadi cukup dua alinea saja tanpa engurangi makna isinya. Di majalah INFO KOMPUTER, askah artikel penulis yang semula hanya tiga perempat alaman bisa disulap oleh redaksi/editor majalah INFO OMPUTER menjadi dua halaman penuh yang dilengkapi pula engan ilustrasi foto capture dari layar desktop komputernya. Yak selesai kutipan. Anda tinggal menyesuaikannya dengan tema book yang akan Anda tulis, apakah tentang masalah teknis, tentang masalah bisnis internet, atau yang lainnya.
Cara menjual ebook?
Baiklah, sekarang ebook Anda sudah selesai. Pertanyaannya sekarang
adalah : Bagaimana cara saya menjual ebook ini? Ada banyak cara untuk menjual ebook, Anda pasti bisa melakukannya. Anda bisa menjualnya melalui CD, memasarkannya ke teman-teman Anda dan mengatkaan bahwa saya mempunyai ebook bagus dalam CD yang Anda miliki. Anda juga bisa menjualnya melalui berbagai mailing list yang ada di internet. Anda tawarkan dan tunggu para pembeli berdatangan untuk membeli ebook Anda. Anda juga bisa memasuki berbagai forum yang Ada di internet. Lalu di sana Anda dpaat melakukan posting mengenai ebook Anda. Jelaskan kelebihan-kelebihannya, lalu tunggu para pembeli berdatangan. Semuanya insyaaAllah bisa menarik pembeli. Tetapi saya sarankan sebuah cara yang leboh mudah. Yaitu, membuat website untuk menjual ebook yang telah Anda tulis! Ya, membuat website khusus untuk menjual ebook!
Mengapa saya perlu website?
Kenapa perlu membuat website?
Kenapa sih punya situs/blog itu sebegitu pentingnya?
Tentu saja! Ibarat dagang, situs/blog itu adalah ruko tempat Anda meletakkan dagangan Anda. Alasan lainnya :
● Membuat terlihat lebih professional
● Membuat mudah, sekali tulis saja untuk memberi penjelasan.
Tidak perlu menulis berkali-kali, tidak perlu melakukan copy paste untuk memberi penjelasan kepada para pelanggan. Jelaskan sekali dan setiap mereka melihat website Anda maka mereka akan membaca keterangan yang telah Anda tulis sebelumnya. Dengan Web Site bisnis anda dapat berjalan 24 jam, bahkan tanpa andaharus hadir ditempat. Jangkauan web site yang luas (international coverage) memudahkan anda untuk mengembang kan sayap usaha. Dengan web site anda dapat memajang brosur tanpa harus menempatkan sales person, berarti anda telah menghemat uang. Dengan web site anda dapat meningkatkan pamor dimata kolega bisnis anda, dan masih banyak keuntungan serta keunggulan yang akan anda dapat jika anda memiliki sebuah web site untuk bisnis profesional anda. Banyak pelaku bisnis yang membuat web sitenya sendiri, dengan berbagai macam alasan salah satunya mungkin karena anggaran yang terbatas. Perusahaan menyuruh seseorang dari bagian IT untuk membuat web site. Dengan software cangih macam Macromedia DMX dan Font page, anda dapat membuat web site dengan cepat. Namun itu belumlah cukup karena masih banyak aspek lain, semisal source code yang ramah terhadap search engine. Tata letak web site. Coba bandingkan tata letak content web site yang digarap secara profesional dengan yang digarap sejadinya. Juga bandingkah hasil pencarian disearch engine antara web site yang digarap sejadinya dengan web site yang digarap secara profesional. Web site juga mencerminkan jati diri usaha anda, karenanya jangan ambil resiko dengan menggarap web site sejadinya. Karena bisnis anda taruhannya.
Website bagaimana yang bagus untuk menjual ebook?
Jawabannya simple :: buatlah situs penjual ebook yang otomatis bekerja untuk Anda dimana setiap ada pelanggan baru website otomatis mengirimkan email kepada Anda untuk menyetorkan uang sejumlah sekian rupiah untuk dapat mendownload buku yang jual. Itu yang kami maksud dengan membuat situs web yang bekerja otomatis untuk Anda.
Cara membangun website bisnis seperti ini?
Jawab : membangun situs ini dengan cara membeli script situs online. Saya sendiri tidak mengerti cara membangunnya bagaimana. Anda dapat membeli script seperti di http://gempar.com dan masih banyak lagi ya, Di sana Anda bisa membelinya, mendownload scriptnya, memodifikasinya. Lalu menguploadnya ke hostingan Anda, lalu mempromosikannya. Selesailah sudah, Anda tinggal menunggu pembeli berdatangan ke situs Anda. Tidak mampu membuat / membeli website? Hmmm....
Misal URL referral >>
Setiap ada transaksi melalui perantara Anda, rekening Anda akan dikirimi uang secara OTOMATIS oleh para pembeli. Mudah bukan? TANPA PERLU BERSUSAH PAYAH MEMBANGUN SITUS SENDIRI, cukup dengan memakai URL referral Anda tersebut. Andaikan satu HANYA hari terjual satu ebook, dan harga ebooknya Rp 80.000, maka Anda untung Rp 40.000. Dalam waktu 30 hari, Anda akan mendapatkan Rp 1.200.000. Kalau yang terjual ada 2? Kalau yang terjual ada 3, 4, 5?
Masak sih menjual 5 ebook aja gk laku sehari. Pasti bisa lah =)
Ok sekian saja dulu tips bisnisnya. Kami sudah bongkar rahasia kami, sekarang tinggal bagaimana Anda mau menjalankannya. Entah membuat website baru (beli script mahal, modifikasi susah, belum tentu laku), entah menjadi reseller kami. Semuanya terserah Anda.
Selamat berbisnis, dan semoga sukses
Komentar
Posting Komentar