Mungkin dahulu Anda pernah memiliki link yang bagus. Namun jangan berharap mereka akan bertahan selamanya. Sebab, Google tidak menyukai sebuah link yang sudah basi. Apakah link tersebut tidak berguna? Lalu bagaimana agar link tua tersebut tidak mubazir? Pertanyaan-pertanyaan lazim tersebut akan dijawab oleh seorang ekspertis bernama Matt Cutts. Pria ini sekarang bekerja untuk Search Quality Group di Google dengan spesialisasi Search Engine Optimization.
“Untuk mencegah link tersebut menjadi basi, saya lebih memilih untuk menggunakan link graph terbaru ketimbang mengadopsi link graph yang sudah lama,” jelas peraih gelar Ph.D dari University of North Carolina ini. Meskipun bukan berita baru, namun para pemilik dan pelaku bisnis saat ini memiliki keinginan untuk selalu mengembangkan performa situsnya di mesin pencari. Mereka sudah sering mendengar tentang kekuatan sebuah link, tapi meskipun Anda telah memiliki banyak link yang berperforma baik, bukan berarti konten yang berisikan link tersebut bakal terus menunjukan performa yang sempurna.
Jika Anda menginginkan Meremajakan Konten Usang dari Blog dan link yang benar-benar segar, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan. Pertama, buat konten yang memiliki kekuatan dan akan bertahan lama. Anda bisa me-link ke konten lama jika dianggap sesuai. Selalu promosikan bagian konten tersebut. Termasuk button yang akan mempermudah orang untuk men-sharing konten itu ke berbagai pilihan situs jejaring sosial. Pastikan konten tersebut memiliki template yang sama dengan konten yang baru, tetap mengusung fitur sharing yang serupa. Mungkin orang masih ingin mencari dan menemukan konten usang tersebut serta masih ingin membaginya sesuai dengan anjuran Anda (lewat button content sharing).
Kedua, coba simak kembali konten yang telah tua, dan cari hal-hal yang masih relevan. Anda bisa mengupdate cerita lewat postingan baru dengan menambahkan link ke konten yang pernah ada (namun wajib yang berhubungan). Dorong orang untuk menelusuri link tersebut dan membaca artikel yang lama. Maka bisa jadi link tersebut tetap akan di-share oleh mereka. Tinggalkan komentar pada diskusi yang pernah terjadi di postingan lama. Ini akan tetap menjaga relevansi dari postingan tersebut. Cuma karena Anda menulis artikel itu lebih dari satu tahun silam, bukan berarti orang tidak akan mencari artikel dimaksud dan bahkan kadangkala orang akan me-link ke artikel berdasarkan komen yang ada.
Dan yang terakhir, sharing postingan lama lewat situs jejaring sosial jika memang masih berkaitan dengan topik yang ada. Anda mungkin tidak ingin membanjiri akun Twitter Anda dengan konten situs yang lama, namun jika Anda memiliki artikel tua yang masih sesuai dengan diskusi yang sedang terjadi, jangan ragu untuk berbagi dengan yang lain. Follower Anda bisa jadi belum pernah melihat konten tersebut atau malah mungkin sudah lupa, jadi tidak ada salahnya jika Anda mengingatkannya kembali. Anda punya cara lain untuk menambah nilai link di konten yang sudah usang? Bagi langkahnya dengan kami.
Komentar
Posting Komentar